PT. Digital Media Techindo

Perum Pondok Tandala, Jl. Bungur V No. 230
Kawalu, Kota Tasikmalaya
Jawa Barat - Indonesia 46182


Siapa sangka seorang gadis SMA menjadi tersangka atas peluncuran serangan DDoS. Gadis SMA dari Franklin Regional High School ini telah didakwa oleh polisi karena melakukan serangkaian Cyber Attack. Serangan ini dia lakukan dilebih dari 12 distrik sekolah lokal. Ini adalah salah satu kasus hacking yang jarang kita temui. Karena sebagian besar upaya hacking dilakukan oleh hacker pria.

Michaela Gabriella King

Gadis berusia 18 tahun ini didakwa atas penggunaan sistem komputer secara ilegal. Dan bertujuan untuk mengganggu sistem komputer dengan sengaja. Dia juga melancarkan serangan terhadap pemerintah Westmoreland County dan Keuskupan Katolik Greensburg.

Menurut laporan dari Pittsburgh Tribune, Michaella Gabriella dibebaskan dengan obligasi yang ditandatangani setelah didakwa sebelumnya oleh Charles Conway selaku Hakim Distrik. Penyelidikan dimulai ketika Brad Schrecengost yang merupakan pengawas teknologi di Franklin Regional memberitahu pihak berwenang tentang kemungkinan adanya peluncuran serangan DDoS.

Paul Burkey dan Murrysville Patrolman David Hanko, yang sedang menyelidiki insiden itu melaporkan bahwa setiap serangan yang dilancarkan terhadap sistem komputer distrik tersebut berlangsung selama sekitar 10 sampai 45 menit.


Penyelidikan yang sama juga mengungkapkan bahwa serangan itu cukup besar-besaran karena berpengaruh terhadap puluhan sekolah. Bahkan terhadap pemerintah Westmoreland County dan Keuskupan Katolik Greensburg.

Seperti dilansir tribliveSekolah yang terkena dampak antara lain adalah the county’s three career and technology centers, Derry Area, Greater Latrobe, Greensburg Salem, Ligonier Valley, Kiski Area, Jeannette, Burrell, Monessen, Greensburg Central Catholic, Hempfield Area and the Westmoreland Intermediate Unit. Keuskupan, daerah dan sekolah distrik tersebut semuanya menggunakan Unit Menengah sebagai penyedia layanan internet mereka“.

Franklin Area dan polisi menyewa teknisi komputer untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi dan menemukan kalau Gabriella meluncurkan tiga serangan pada sistem distrik. Polisi menyita delapan PC, tablet, laptop, dan smartphone Gabriella dari tempat tinggalnya.

Michaela Gabriella King mengakui bahwa dia menggunakan akun PayPal untuk membayar keanggotaannya pada layanan BetaBooter untuk meluncurkan serangkaian serangan DDoS. Menurut Tribune-Review, Dia mengatakan kepada penyelidik bahwa ia menganggap dirinya seorang “jenius komputer” dan kasusnya akan di lanjutkan pada sidang praperadilan pada tanggal 20 Desember mendatang.