PT. Digital Media Techindo

Perum Pondok Tandala, Jl. Bungur V No. 230
Kawalu, Kota Tasikmalaya
Jawa Barat - Indonesia 46182


Berisi.id – Baru-baru ini, Google hapus lebih dari 2.500 channel YouTube yang terkait dengan China karena disinformasi. Sebagian besar channel atau saluran yang dihapus sejak April sampai Juni memposting “konten berisi spam dan non-politik”.

YouTube mengatakan saluran tersebut dihapus pada bulan April, Mei dan Juni. Sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung dalam operasi terorganisir yang terkait dengan China.

Dilansir dari TechViral(16/8), Google tidak mengidentifikasi saluran tertentu, tetapi memberikan sedikit detail lainnya. Di beberapa video dalam channel tersebut tidak memberikan tautan video yang juga terlihat di Twitter menyebarkan disinformasi pada bulan April.

Sebelumnya, Beijing membantah tuduhan menyebarkan informasi yang salah. Namun Kedutaan besar China di AS tidak menanggapi hal ini.


Bagi politisi dan teknolog Amerika, disinformasi disebarkan oleh aktor asing. Apalagi, dalam pemilihan presiden 2016, para aktor yang terkait dengan pemerintah Rusia mengangkat ribuan pesan menipu atau hoaks di media sosial.

Kebanyakan dari mereka mencoba untuk mengelak, ketika peristiwa ini terjadi pada tahun 2016 di Facebook dan Google. Buletin tersebut juga mengatakan bahwa aktivitas ke negara lain juga ditambahkan termasuk Iran dan Rusia.

Baca Juga : Sony PlayStation Store Ditangguhkan Di China

Dalam buletin tersebut, Google mengatakan bahwa saluran YouTube tersebut mengeposkan konten berisi spam dan konten non-politik. Beberapa konten juga terkait dengan politik. Google memberikan semua informasi tentang saluran Youtube yang menyebarkan informasi yang salah di Twitter. Tidak ada informasi lain tentang saluran YouTube Cina yang diberikan.

Kedutaan Besar China belum memberikan tanggapan apa pun atas tindakan Google untuk hapus Saluran Youtube China ini.