PT. Digital Media Techindo

Perum Pondok Tandala, Jl. Bungur V No. 230
Kawalu, Kota Tasikmalaya
Jawa Barat - Indonesia 46182


Berisi.id – Peretasan SolarWinds yang terkait dengan hacker Rusia menargetkan lembaga pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan swasta. Peretasan ini pertama kali disadari para pejabat, dengan sekitar 250 agen federal dan bisnis yang sekarang diyakini terpengaruh, mengutip dari The New York Times (6/1).

Microsoft mengatakan para hacker Rusia telah membahayakan perangkat lunak manajemen dan pemantauan Orion SolarWinds. Serangan ini memungkinkan mereka untuk “meniru identitas pengguna dan akun organisasi mana pun yang sudah ada. Termasuk akun yang memiliki hak istimewa.”

The New York Times melaporkan bahwa Rusia mengeksploitasi layer dari Supply Chain untuk mengakses sistem agensi. Sensor peringatan dini yang ditempatkan Cyber ​​Command dan NSA dalam jaringan asing untuk mendeteksi potensi serangan tampaknya telah gagal dalam hal ini.

Selain itu, perhatian pemerintah AS terlalu terfokus pada perlindungan pemilu pada November 2020 lalu dari peretas asing. Sehingga sumber daya dan fokus dari rantai pasokan perangkat lunak tidak terbagi rata. Hal Ini memungkinkan peretas melakukan serangan dari dalam, sehingga para peretas dapat menghindari deteksi oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security).


Baca Juga : 2 Kerentanan Kritis Aplikasi Zoom Memungkinkan Peretasan Hanya Melalui Chat

Belum lama ini, Microsoft mengatakan telah menemukan bahwa sistem mereka diretas “di luar keberadaan kode SolarWinds yang berbahaya.” Para peretas dapat “melihat kode sumber di sejumlah repositori kode sumber”, tetapi akun yang diretas yang memberikan akses tidak memiliki izin untuk mengubah kode atau sistem apa pun.

Namun, kabar baiknya, Microsoft mengatakan tidak menemukan “bukti akses ke layanan produksi atau data pelanggan”, dan “tidak ada indikasi bahwa sistem kami digunakan untuk menyerang orang lain.”

Senator Mark Warner (D-Virginia), ranking member di Senate Intelligence Committee, mengatakan bahwa peretasan itu tampak “jauh, jauh lebih buruk” daripada yang dia takuti semula. “Ukurannya terus membengkak,” ujarnya. “Jelas pemerintah Amerika Serikat melewatkannya.” tutupnya.