PT. Digital Media Techindo

Perum Pondok Tandala, Jl. Bungur V No. 230
Kawalu, Kota Tasikmalaya
Jawa Barat - Indonesia 46182




Jepang saat ini dikabarkan telah memulai investigasi terkait potensi kebocoran data prototipe misil rahasia setelah adanya serangan siber yang menimpa Mitsubishi Electric Corp.

Menurut Associated Press, kebocoran data ini diduga merupakan kebocoran informasi terkait dengan prototipe misil “canggih”.

Prototipe misil dengan peluncur cepat yang dikenal sebagai HGV, didokumentasikan dalam file-file yang dimiliki Mitsubishi dan pabrikan lain di Jepang sebagai bagian dari proses penawaran tender. Namun, kantor berita setempat telah melaporkan bahwa Mitsubishi tidak memenangkan penawaran tender tersebut.

Mungkin saja misil itu dikerahkan sebagai pencegahan dari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pulau-pulau terpencil di Jepang yang berpotensi menjadi daerah pertikaian, mengingat peningkatan kehadiran militer Cina di kawasan-kawasan itu.


Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Jepang sedang menganalisis “kemungkinan dampak kebocoran informasi tersebut terhadap keamanan nasional.”

Baca Juga: “Ransomware Snake Bocorkan Data Pasien Fresenius Medical Care

Serangan siber yang menimpa Mitsubishi Electric Corp terjadi pada 28 Juni 2019, tetapi baru diumumkan tahun ini. Raksasa teknologi Jepang itu mengatakan sekitar 200MB file dicuri, tetapi dugaan utama insiden ini dikaitkan dengan adanya keterlibatan anggota staf.

Mitsubishi mengakui dan mengonfirmasi adanya serangan siber dan potensi pencurian data milik sekitar 8.000 orang. Selain itu, perusahaan juga memberi tahu Kementerian Pertahanan tentang kemungkinan pemaparan informasi sensitif.

Saat artikel ini diterbitkan, proses investigasi masih sedang berlangsung.


Just a simple person who like photography, videography, code, and cyber security enthusiast.