PT. Digital Media Techindo

Perum Pondok Tandala, Jl. Bungur V No. 230
Kawalu, Kota Tasikmalaya
Jawa Barat - Indonesia 46182




Seorang mantan Pelajar SMA Langley, yang memenangkan Programmer of the Year Award di sekolah tinggi mengaku bersalah pada hari Jumat. Karena tuduhan mengembangkan dan menjual Limitless Keylogger yang menginfeksi ribuan korban.

Seorang Pemuda berusia 21 Tahun bernama Zachary Shames dari Virginia mengaku bersalah di pengadilan distrik federal. Dan sekarang menghadapi hukuman maksimal hingga 10 tahun penjara karena perbuatannya ini.

Limitless Keylogger

Shames ditangkap ketika ia magang sebagai teknisi di Northrop Grumman. Kontraktor pertahanan dan keamanan pemerintah, pengembangan front-end kode situs dan perangkat lunak Java backend. Serta mengelola database MySQL, sesuai dengan apa yang muncul di halaman Linkedin nya.

Menurut siaran dari Departemen Kehakiman AS, Shames mengembangkan keylogger pada tahun 2013. Keylogger memungkinkan pengguna untuk mencuri informasi sensitif, termasuk password dan kredensial perbankan, dari komputer korban. Sementara itu ia masih seorang siswa SMA di tahun 2013.

Keylogger adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merekam setiap keystroke pada komputer korban.


Limitless Keylogger ini dijual seharga $ 35 Dalam Hack Forums

Shames mengembangkan versi pertama dari keylogger yang mana sekarang sudah tidak berfungsi. Keylogger ini dikenal sebagai Limitless Logger Pro. Limitless Keylogger ini dijual seharga $35 dalam forum hackforums.net. Menurut seorang peneliti keamanan anonim yang dikutip oleh Motherboard.

Shames terus memodifikasi dan memasarkan produk ilegal dari kamar asrama perguruan tingginya di James Madison University di Harrisonburg, Va. Dan dia sudah menjualnya kepada lebih dari 3.000 orang. Yang mana telah menginfeksi lebih dari 16.000 korban, kata Kantor Kejaksaan AS.

Keylogger yang dikembangkan oleh Shames perlahan-lahan ternyata menjadi alat yang ampuh.

Menurut , selain key-logging, Limitless keylogger dapat juga memulihkan nama akun dan password dari berbagai aplikasi populer. Seperti Apple Safari, Firefox, Opera, Google Chrome, Bitcoin wallet, Core FTP, DynDNS, FileZilla, Internet Download Manager, Spotify, dan banyak lagi.

Shames mengaku bersalah dalam sidang Alexandria, dan Hakim Liam O’Grady menerima permohonan itu.

Shames kini menghadapi hukuman maksimal hingga 10 tahun penjara dan telah dijatuhi hukuman yang akan dijadwalkan untuk 16 Juni 2017.