PT. Digital Media Techindo

Perum Pondok Tandala, Jl. Bungur V No. 230
Kawalu, Kota Tasikmalaya
Jawa Barat - Indonesia 46182




Errorcybernews.id – Pandemi virus corona atau Covid-19 masih berlanjut. Rumah sakit diseluruh dunia berusaha mencegah kepadatan yang berlebihan dan menjaga petugas kesehatan tetap dalam keadaan aman. Menurut Centers for Disease Control (CDC), lebih dari 9.000 petugas kesehatan si Amerika Serikat telah tekena Covid-19, dan setidaknya 27 orang telah meninggal. Turut berkontribusi bantu cegah covid-19, MIT ciptakan alat yang menggunakan sinyal nirkabel dan AI untuk Pantau Pasien COVID-19 dari jauh.

Dilansir dari Engadget (15/4), tim dari Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory(CSAIL) MIT mengembangkan monitor jarak jauh yang memungkinkan dokter memantau pasien. Ini adalah cara untuk mengatasi masalah penularan Covid-19.

Perangkat yang diberi nama Emerald tersebut, mirip dengan router WiFi besar dan dipasang di dinding. Perangkat ini memancarkan sinyal nirkabel, yang memantul dari pasien. Sistem itu kemudian menggunakan AI pantau pasien covid-19 dengan menganalisis pola-pola dan menyimpulkan laju pernapasan, pola tidur, dan pergerakan seseorang.

Emerald diklaim cukup sensitif untuk mendeteksi pergerakan dada (yang diterjemahkan menjadi tingkat pernapasan) dan untuk membedakan antara banyak orang. Perangkat ini dapat mengetahui kapan seorang pasien mengalami kesulitan bernapas, dan semua info itu dapat diakses oleh seorang dokter dari jarak jauh.

Baca Juga : Kolaborasi Apple dan Google Untuk Membangun Sistem Pelacakan Virus Corona di iOS dan Android

Tim CSAIL memasang Emereld di fasilitas bantuan kesehatan, untuk memantau pasien Covid-19 dari jarak jauh. Ketika pasien pulih, sistem mendeteksi bahwa kecepatan napasnya menurun dari 23 menjadi 18 napas per menit, tidurnya membaik dan dia berjalan lebih cepat di sekitar apartemennya.


“Emerald dapat memberikan data kesehatan penting tanpa kontak dengan pasien. Cara ini dapat meminimalkan risiko dokter dan perawat terkena virus corona dari pasien mereka,” kata asisten profesor psychiatry di Harvard Medical School, Dr. Ipsit Vahia.

Karena jumlah kasus Covid-19 melonjak, Emerald dapat memungkinkan pasien yang tidak parah untuk tetap tinggal di rumah tetapi di bawah pengawasan penyedia layanan kesehatan. Di masa depan, Emerald dapat digunakan untuk memantau kondisi lain, seperti kecemasan, insomnia dan sleep apnea.