PT. Digital Media Techindo

Perum Pondok Tandala, Jl. Bungur V No. 230
Kawalu, Kota Tasikmalaya
Jawa Barat - Indonesia 46182


Berisi.id – Baru-baru ini kabar duka datang dari salah satu pelopor pembuatan jaringan nirkabel atau yang sering kita sebut WiFi, Norman Abramson. Norman Abramson meninggal dunia pada 1 Desember 2020 di usianya yang ke 88 tahun.

Kabarnya, Norman Abramson meninggal karena kanker kulit yang telah menyebar ke paru-parunya. Abramson telah menderita penyakit kanker kulit ini dalam waktu yang cukup lama.

Abramson merupakan seorang insinyur dan mahasiswa teori komunikasi Harvard. Ia menerima gelar master dari UCLA dan PhD dari Stanford. Setelah lulus, pada tahun 1966 Ia mulai bekerja untuk Fakultas Teknik Universitas Hawai’i (UH) Mānoa. Kemudian menjadi ketua departemen informasi dan ilmu komputer sebelum pensiun setelah tiga dekade.

Dilansir dari Universitas Hawaii(13/12), Abramson beserta koleganya, Franklin Kuo telah menciptakan ALOHAnet. Sama halnya dengan ARPAnet yang berfungsi sebagai basis internet, ALOHAnet berfungsi sebagai sistem untuk menghubungkan UH ke perguruan tinggi dan universitas lain untuk berbagi penelitian.


Baca Juga : Bug Firefox Ini Memungkinkan Untuk Membajak Browser Seluler Melalui WiFi

Selain itu, ALOHAnet dapat mengirimkan paket data melalui saluran radio lebih efisien dengan tidak perlu menjadwalkan transmisi. Jika paket data tidak diterima, maka akan dikirim kembali. Beberapa ide yang berasal dari proyek ALOHAnet ini masuk dalam pengembangan Wi-Fi dan Ethernet.

“Hanya ada sedikit orang yang memiliki dampak signifikan seperti Norm dalam kegiatan  berkomunikasi dan berbagi informasi hari ini,” kata presiden University of Hawai’i David Lassner dalam blog kampus.

“Norm menghubungkan pulau-pulau Hawaiʻi satu sama lain dan dengan dunia. Ia meninggalkan warisan untuk UH dan sekitarnya melalui ide-idenya dan murid-muridnya.” tutupnya.