PT. Digital Media Techindo

Perum Pondok Tandala, Jl. Bungur V No. 230
Kawalu, Kota Tasikmalaya
Jawa Barat - Indonesia 46182


Berisi.id – Google Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KemenPPPA RI) dan Yayasan Sejiwa menyelenggarakan webinar “Tangkas Berinternet: Membantu Keluarga Mempraktikkan Keamanan Berinternet dan Membangun Kebiasaan Digital yang Baik”. Google Indonesia menggelar webinar ini untuk menyambut Hari Anak Nasional pada Kamis (23/7) nanti.

Webinar Tangkas Berinternet yang akan digelar oleh Google Indonesia ini merupakan sebuah program global literasi digital yang dijalankan oleh Google. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan anak-anak dalam berinternet. Serta memuat beberapa materi ajar untuk guru dan orang tua dalam membantu mengajarkan konsep literasi digital kepada anak-anak.

“Di Google kami percaya anak-anak harus dapat terlindungi agar dapat mengoptimalkan manfaat baik teknologi. Kami memfokuskan upaya kami pada tiga pilar. Pertama, membangun produk-produk inovatif yang memberi pengalaman dan perlindungan yang sesuai dengan usia. Serta membantu keluarga membangun kebiasaan digital yang baik dan sesuai dengan mereka. Kedua, menerapkan kebijakan yang memungkinkan kami untuk menanggapi tren baru dan berkembang. Ketiga, memberdayakan orang tua dan pengajar dengan menciptakan program yang membantu anak-anak membangun literasi digital” kata Head of Public Affairs, Asia Tenggara, Google Asia Tenggara, Ryan Rahardjo dikutip dari tek.id(22/7).


Baca Juga : Malware Joker Terus Mencoba Menghindari Pertahanan Google Play Store Untuk Penyebarannya

Selain webinar ini Google juga telah menghadirkan fitur-fitur untuk membantu keluarga termasuk aplikasi Family Link dari Google. Aplikasi yang membantu orang tua menciptakan kebiasaan baik untuk anak masih kecil maupun yang sudah remaja dalam berinternet. Serta untuk mengawasi anak saat menggunakan internet di sebagian besar perangkat Android atau Chromebook. 

Ada juga fitur SafeSearch di Google dan Mode Terbatas di YouTube untuk membantu menyaring konten negatif dari hasil pencarian dan YouTube Kids yang dikhususkan untuk anak-anak. Google juga memiliki fitur ‘Kontrol Orang Tua’ (Parental Controls), untuk membatasi konten yang dapat diunduh serta dibeli dari Google Play berdasarkan tingkat kedewasaan anak.