PT. Digital Media Techindo

Perum Pondok Tandala, Jl. Bungur V No. 230
Kawalu, Kota Tasikmalaya
Jawa Barat - Indonesia 46182




Berisi.id – Belum lama ini Telegram mengklaim bahwa mereka telah memperoleh lebih dari 70 juta pengguna baru selama gangguan yang terjadi pada Facebook, Instagram, hingga WhatsApp yang down pada Senin (4/10) lalu. Hal ini berpengaruh juga pada layanan perpesanan WhatsApp dan sosial media Instagram. Sehingga orang-orang di seluruh dunia dibiarkan tanpa layanan pesan utama selama sekitar enam jam dan membuatnya berpaling ke Telegram.

Beberapa hari yang lalu, Facebook mengalami masalah pada jaringannya selama sekitar enam jam pada seluruh layanannya termasuk Messenger, platform media sosial Instagram, dan layanan pesan WhatsApp. Semua aplikasi ini tidak dapat diakses secara global.

“Tingkat pertumbuhan harian Telegram melebihi normal dengan ukuran besarnya (ketika WhatsApp down). Kami mendapati lebih dari 70 juta pengguna dari platform lain dalam satu hari”, kata Pendiri Telegram Pavel Durov mengutip dari The Verge (12/10).

Baca Juga : Meniru Telegram? Nampakya WhatsApp Akan Hadirkan Fitur Hapus Pesan Otomatis


Selain itu, Pavel juga menambahkan, beberapa pengguna platform dari Amerika Serikat mungkin kendala yang lebih lambat karena jutaan orang bergegas untuk mendaftar pada saat yang sama. Namun layanan tersebut berfungsi seperti biasa untuk sebagian besar pengguna.

Pada saat yang bersamaan, Telegram baru-baru ini mencapai satu miliar unduhan, salah satu peningkatan yang terjadi adalah saat WhatsApp down. Pada awal tahun ini, Telegram memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan.

Baca Juga : Salah Satu Aplikasi Perpesanan Yang Paling Aman: Signal

Bukan hanya Telegram saja yang mendapatkan keuntunagan dari masalah yang terjadi pada Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang down. Signal, yang merupakan pesaing WhatsApp dan Telegram, juga mengatakan jutaan penggunaan baru bergabung pada platform-nya untuk pengiriman pesan yang aman.

Selain itu, ini bukan pertama kalinya Telegram dan Signal memperoleh jutaan pengguna baru dengan mengorbankan Facebook. Sebelumnya, ketika WhatsApp memperbarui kebijakan privasinya dan berjuang untuk menjelaskannya dengan benar, kedua platform tersebut meraih jutaan pengguna baru.